Cara Menggunakan Obat Sirup

Jum`at, 23 Januari 2015 04:59:40 - Oleh : Tim Naswa

Telah Hadir Dokter Spesialis Kulit & Kelamin di RSUD Nyi Ageng Serang

Sosialisasi Tentang Tertib dan Selamat Berkendara di RSUD Nyi Ageng Serang

Hari Bising Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

Sosialisasi P4GN di RSUD Nyi Ageng Serang

Memperingati Hari TBC Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

Memperingati Hari Pendengaran Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

 

Sebelum menggunakan, anda perlu melakukan hal sebagai berikut agar obat yang anda konsumsi berkhasiat dan manjur mengobati penyakit anda:

  1. Perhatikan tentang cara pakai obat. Selain diminum dengan menggunakan sendok, beberapa sediaan likuida juga diberikan dalam bentuk tetes (drop) khususnya bagi balita. Selain itu ada pula bentuk sediaan sirup kering misalnya antibiotik amoksisilin yang harus dicampur terlebih dahulu dengan air sebelum dikonsumsi. Perhatikan jenis sediaan likuida yang anda terima apakah termasuk larutan yang langsung dapat dikonsumsi dengan sendok takar, diteteskan menggunakan alat penetes ataukah perlu dicampur dengan air terlebih dahulu.
  2. Cermati aturan pakainya. Aturan pakai obat akan berpengaruh pada efektifitas dan keamanan terapi. Sebagai contoh, obat yang diberi aturan pakai sehari tiga kali maka obat tersebut pada dasarnya diminta untuk dikonsumsi tiap 8 jam agar menghasilkan efek terapi yang sesuai sehingga usahakan tiap 8 jam anda mengonsumsi obat ini. Pemakaian obat yang tidak sesuai dengan aturan pakainya dapat menyebabkan overdosis (dosis terlalu tinggi) ataupun underdosis (dosis terlalu rendah) sehingga berbahaya bagi tubuh.
  3. Biasanya obat bentuk likuida disertai dengan keterangan “Kocok dahulu” khususnya bagi sediaan suspensi dan emulsi . Oleh karena itu, sebelum digunakan kocoklah terlebih dahulu agar obat tercampur dengan merata.
  4. Taati takaran pemakaiannya. Takaran pakai obat akan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu terapi. Pernah saya melihat pasien yang langsung meminum sirup obat batuk dari wadahnya tanpa menggunakan sendok takar ataupun menggunakan sendok makan yang ada dirumah. Jika aturan pakai obat sirup yang anda terima adalah dalam takaran sendok teh maka berarti anda harus mengonsumsinya sejumlah 5 mL, jika dalam takaran sendok makan maka jumlah yang harus dikonsumsi adalah 15 mL. Sendok makan dirumah bukanlah alat takar yang sesuai untuk hal itu sehingga gunakan alat takar yang ada dalam produk obat atau mintalah apoteker atau petugas farmasi untuk menyertakan alat takar atau sendok takar yang dimaksud. 
  5. Perhatikan lama pemakaian. Obat sirup tertentu misalnya antibiotik harus dikonsumsi sampai tuntas, sedang obat sirup yang membantu meredakan gejala seperti batuk, pilek, panas maupun alergi hanya digunakan secukupnya saja hingga gejala mereda. Untuk itu perlu anda tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang lama pemakaian obat sirup tersebut. Pemakaian jangka panjang suatu obat tanpa indikasi penyakit yang jelas dapat menyebabkan timbulnya penyakit baru seperti gangguan liver dan ginjal, oleh karena itu gunakan obat dengan bijak.

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak