Pewarna Makanan Alami

Sabtu, 24 Januari 2015 05:57:10 - Oleh : Nr Lh

Sosialisasi Tentang Tertib dan Selamat Berkendara di RSUD Nyi Ageng Serang

Hari Bising Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

Sosialisasi P4GN di RSUD Nyi Ageng Serang

Memperingati Hari TBC Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

Memperingati Hari Pendengaran Sedunia RSUD Nyi Ageng Serang

Pengumuman Hasil Seleksi Kompetensi Bidang ( Ujian Tertulis ) Penerimaan Pegawai Non PNS di RSUD Nyi

 

Alternatif lain untuk menggantikan penggunaan pewarna sintetis adalah dengan menggunakan pewarna alami seperti ekstrak daun pandan atau daun suji, kunyit, dan ekstrak buah-buahan yang pada umumnya lebih aman.   Akan tetapi penggunaan bahan pewarna alami juga ada batasannya sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.  Beberapa pewarna alami   yang diizinkan digunakan dalam pangan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 722/Menkes/Per/IX/88 diantaranya adalah :

§  Karamel, yaitu pewarna alami berwarna coklat yang dapat digunakan untuk mewarnai jem/jeli (200 mg/kg), acar ketimun dalam botol (300 mg/kg), dan yoghurt beraroma (150 mg/kg)

§  Beta-karoten, yaitu pewarna alami berwarna merah-oranye yang dapat digunakan untuk mewarnai acar ketimun dalam botol (300 mg/kg), es krim (100 mg/kg), keju (600 mg/kg), lemak dan minyak makan (secukupnya)

§  Klorofil, yaitu pewarna alami berwarna hijau yang dapat digunakan untuk mewarnai jem/jeli (200 mg/kg) atau keju (secukupnya)

§  Kurkumin, yaitu pewarna alami berwarna kuning-oranye yang dapat digunakan untuk mewarnai es krim dan sejenisnya (50 mg/kg), atau lemak dan minyak ikan (secukupnya)

« Kembali | Kirim | Versi cetak