Zat Gizi untuk Kecerdasan

Minggu, 25 Januari 2015 19:30:15 - Oleh : Nr Lh

Pada hakekatnya semua zat gizi  mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin A, B,C, D,E dan K serta semua jenis mineral baik mineral mikro dan makro itu penting dan berpengaruh pada pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan anak-anak kita. Pengaruh zat gizi itu bisa secara langsung maupun tidak secara langsung , karena di dalam tubuh zat-zat gizi tersebut bermetabolisme dan saling berinteraksi , saling membutuhkan satu sama lain untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya otak dan fungsinya dalam kecerdasan.

Pertumbuhan otak dan perkembangan kecerdasan sangat pesat pertama pada 1000 hari emas yaitu masa kehamilan sampai usia dua tahun dan kedua pada masa 2 tahun sampai 5 tahun. Tentu saja pada masa ini dibutuhkan asupan zat gizi mencukupi terutama zat gizi yang berhubungan langsung untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yaitu asam lemak esesial.

Asam lemak esensial merupakan sebutan bagi asam lemak yang tidak dapat dibuat sendiri oleh suatu spesies hewan (termasuk manusia), atau dapat dibuat tetapi tidak mencukupi kebutuhan minimal yang diperlukan untuk memenuhi fungsi fisiologinya. Hal ini terjadi karena spesies yang bersangkutan tidak memiliki,atau memiliki tetapi kurang fungsional, enzim yang bertanggung jawab dalam melakukan sintesis asam lemak tersebut.

Bagi setiap spesies, asam lemak yang esensial berbeda-beda. Bagi manusia, asam lemak esensial mencakup golongan asam lemak tak jenuh jamak (polyunsaturated fatty acids, PUFA) tipe cis, khususnya dari kelompok asam lemak omega tiga, seperti misalnya asam linolenat (ALA), asam eikosapentaenoat (EPA), dan asam dekosaheksaenoat (DHA), dan asam lemak omega-6, seperti misalnya asam linoleat. Tubuh manusia tidak mampu menghasilkan enzim desaturase tetapi mampu memanjangkan dan merombak PUFA.

Ikan merupakan makanan yang sumber  asam lemak esensial. Lemak ikan memiliki komposisi asam lemak esensialnya diberikatan tidak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids) seperti asam lemak linoleat (18:2), asam lemak linolenat (18:3), asam lemak eikosapentaenoat (EPA, 10:5) dan asam lemak dokosaheksaenoat (DA, 22:6), serta asam lemak arakhidonat (20:4).

EPA       : kependekan dari Asam Eikosapentaenoat (Eicosapentaenoate acid). Epa adalah precursor dari prostaglandin yang bermanfaat menurunkan respons peradangan melalui cara berkompetisi dengan asam arakidonat penyebab radang. Sumber EPA adalah ikan laut,minyak ikan yang mengandung minyak hati ikan cod yang juga dikenal sebagai pure cod liver oil.

DHA      : kependekan dari Asam Dokosaheksaeoat (Dokosahexanoate acid). Bermanfaat memberikan efek anti-inflaatorik yang tinggi, dan sering digolongkan dalam kelompok EPA. DHA juga terlibat dalam perkembangan otak anak dan pemulihan kesehatan otak di saat penuaan. Sumber dari Makerel, herring, sarden, salmon.

ALA      : kependekan dari Asam Alfalinolenat (Alpha Linolenic Acid). Ditemukan pada tahun 1930-an sebagai salah satu antioksidan utama yang penting, dan bertindak secara sinergik dengan antioksidan lain, misal vitamin C dan E.

« Kembali | Kirim | Versi cetak