Bahan Pangan Hewani (I)

Kamis, 12 Februari 2015 05:41:54 - Oleh : Badan POM

WORKSHOP STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012 DI RSUD NYI AGENG SERANG

UPACARA BENDERA DI HALAMAN RSUD NYI AGENG SERANG DALAM RANGKA HUT KEMERDEKAAN RI

PELAKSANAAN SCREENING KACAMATA, OPERASI KATARAK GRATIS DAN PENYERAHAN SECARA SIMBOLIS

OPERASI KATARAK DAN PEMBERIAN KACA MATA GRATIS DI RSUD NYI AGENG SERANG

HOME CARE PELARIS RSUD NYI AGENG SERANG

PERINGANTAN HARI JADI RSUD NYI AGENG SERANG YANG KE 2

 

Bahan pangan merupakan semua jenis bahan yang dapat digunakan sebagai bahan makanan yang bersifat aman, memiliki palatabilitas dan menyehatkan bagi manusia. Namun, walaupun sifat dasar dari pangan itu baik, jika penanganannya kurang baik maka akan menyebabkan terjadinya suatu penyimpangan yang mungkin dapat membahayakan bagi yang mengkonsumsinya.

Diantara beberapa sumber bahan pangan, produk hewani merupakan salah satu bahan yang penting sekali. Produk pangan hewani umumnya berupa daging, susu, telur, dan ikan yang sangat kaya dengan protein.  Protein ini juga mengandung asam amino esensial yang sangat sesuai dengan kebutuhan manusia.

Hasil turunan yang berasal dari produk hewani seperti gelatin, mineral, gliserol, lemak, emulsifier, dan lain sebagainya. Bahan-bahan ini diperoleh dengan suatu proses penanganan dan perlakuan khusus yang apabila kurang baik secara langsung akan menurunkan mutu bahkan mungkin menimbulkan bahaya bagi manusia.

 Pada umumnya, bahan pangan akan mudah mengalami kerusakan, langkah-langkah penanganan dari awal sampai akhir akan sangat menentukan kondisi dari bahan pangan itu sendiri. Sama halnya dengan produk hewani, mulai dari penyembelihan untuk ternak dan unggas, pemisahan bulu, pencacahan karkas, penyimpanan dan proses pengolahan dan pasca pengolahan memerlukan perhatian khusus yang mempunyai resiko tersendiri baik dari quality mau pun safety.  Produk hewani memiliki tambahan risiko, mengingat kandungan nutrisinya yang sangat kaya.

Banyak kasus yang telah terjadi akibat penanganan bahan pangan hewani yang kurang baik,  seperti gangguan pencernan dan keracunan akibat daging basi yang dikonsumsi para karyawan pabrik. Ini tentu tidak bisa dibiarkan, perlu adanya pengetahuan khusus dalam penanganan bahan sehingga resiko bahaya dapat dicegah.

« Kembali | Kirim | Versi cetak