PEMBODOHAN IKLAN MINYAK GORENG

Selasa, 24 Februari 2015 14:23:38 - Oleh : Tim Naswa

BHAKTI SOSIAL "KHITANAN MASAL"

Seluruh Tenaga Kesehatan PTT Diangkat Menjadi PNS di Tahun 2016

POTRET POLA MAKAN PENDUDUK INDONESIA SAAT INI

Operasi Katarak Gratis Berjalan Lancar

Kemeriahan Baksos di RSUD Nyi Ageng Serang (NAS)

Rotary Club Akan Mengadakan Baksos di RSUD Nyi Ageng Serang

 

Ketakutan masyarakat akan bahaya kolesterol yang sekarang ini lagi trend sering dimanfaatkan oleh produsen minyak goreng.  Pada tayangan iklan minyak goreng ditampilkan bahwa minyak goreng merk mereka memiliki keistimewaan tidak mengandung kolesterol. Bohongkah mereka? tentu saja tidak bohong. Namun itu bukanlah hal yang istimewa kerena kolesterol hanya ada pada makanan hewani, jadi minyak goreng apa saja, sepanjang tidak menambahkan bahan hewani, tentu saja menjadi tanpa kolesterol.

Masyarakat juga sering rancu klasifikasi antara lemak dan kolesterol. Lemak bukan merupakan kolesterol dan kolesterol bukan termasuk lemak. Persamaan keduanya adalah sama-sama termasuk dalam golongan senyawa lipid.

Istilah kolesterol baik dan jahat itu terkait dengan HDL dan LDL yaitu terkait alat angkut kolesterol dalam tubuh kita, HDL bertugas mengangkut kolesterol dari tubuh ke luar/mengeluarkan, sedangkan LDL bertugas sebaliknya, maka yang dimaksud kolesterol baik adalah HDL sedangkan kolesterol jahat adalah LDL.

Dalam bahan makanan hewani biasanya terkandung kolesterol, namun tidak ada perbedaan kolesterol yang baik atau jahat karena semuanya sama saja. Sedangkan lemak dan minyak ada yang baik bagi tubuh namun ada juga yang tidak baik bagi tubuh. Apalagi jika minyak telah mengalami kerusakan, maka akan timbul yang namanya senyawa radikal bebas yang efeknya justru lebih bahaya dari kolesterol.

Jadi hal yang harus dilakukan adalah tetap membatasi konsumsi kolesterol, lemak dan minyak. Sedangkan agar minyak tetap baik kualitasnya dan tidak berbahaya bagi kesehatan maka kita harus tahu apa saja yang bisa memicu kerusakan minyak goreng.

1.        Jangan memanaskan minyak dengan api yang terlalu besar, kecilkan api saat menggoreng karena suhu yang tinggi akan merusak minyak lebih cepat, tanda minyak yang rusak adalah semakin cair, warna semakin menghitam dan timbulnya asap saat pemanasan.

2.        Kadar air bahan makanan yang digoreng juga memicu kerusakan minyak, semakin berair bahan makanan maka minyak goreng semakin cepat rusak. Maka jika kita ingin menggoreng beberapa bahan makanan urutkan dari bahan makanan yang paling kering dulu.

3.        Jadi pemicu kerusakan minyak adalah suhu tinggi, air, udara, sinar dan logam. Oleh karena itu agar minyak goreng awet dalam penyimpanan maka simpan jauh dari sumber panas, tertutup dan pada botol kaca atau plastic dan pada tempat yang gelap.

« Kembali | Kirim | Versi cetak