RSUD NYI AGENG SERANG LAKUKAN VAKSIN COVID-19 TAHAP PERTAMA UNTUK KARYAWAN

RSUD Nyi Ageng Serang telah memulai pelaksanaan vaksinasi COVID-19 perdana untuk karyawannya kemarin, Rabu (3/2/2021). Rangkaian acara vaksinasi ini dilakukan selama 4 hari hingga hari Sabtu (6/2) yang dilaksanakan di Aula Amarta. Acara diawali dengan pembukaan oleh Direktur RSUD Nyi Ageng Serang, dr. Sandrawati Said, M.Kes, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Kepala Dinkes Kulon Progo, dr Sri Budi Utami, M.Kes. Penyuntikan vaksin perdana secara simbolik dilakukan kepada dr. Banani Sidiq, Sp.A selaku perwakilan RSUD Nyi Ageng Serang.

Dalam sambutannya, dr. Sandrawati Said, M. Kes., menyebutkan bahwa program vaksinasi ini merupakan upaya untuk mensukseskan program pemerintah yang mengutamakan vaksinasi terhadap seluruh tenaga kesehatan terlebih dahulu. “Harapan saya, semoga dengan dilaksanakannya vaksinasi ini, terbentuk herd immunity di lingkup rumah sakit, sehingga teman-teman yang terpaksa tidak bisa divaksin pun bisa ikut terlindungi. Selain itu, ini juga merupakan upaya mempromosikan program vaksin itu sendiri, sehingga tenaga kesehatan yang sudah divaksin bisa menjadi contoh bagi masyarakat hingga tidak perlu takut terhadap vaksin dan bisa menghapus isu-isu miring tentang vaksin itu sendiri,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dr. Sri Budi Utami, M.Kes, yang juga hadir dalam acara pembukaan pun turut membagikan pengalamannya setelah menjadi bagian dari peserta vaksin pertama di lingkup pemerintahan Kulon Progo. “Banyak cerita menarik yang didapatkan teman-teman setelah mengikuti vaksinasi ini, untuk efek samping yang paling sering dikeluhkan diantaranya lengan menjadi pegal, tingkat nafsu makan yang tiba-tiba bertambah dan rasa kantuk yang menyerang pasca vaksinasi. Tapi ada kemungkinan gejala lain akan muncul. Meski begitu, tidak perlu takut karena sudah dibentuk tim yang terdiri dari dokter dan perawat terlatih yang siap untuk menolong kapan saja,” ungkapnya.

Tim panitia vaksinasi RSUD Nyi Ageng Serang yang diketuai oleh dr. Susilaningsih, MPH, menyebutkan bahwa panitia telah menargetkan setidaknya 300 karyawannya akan divaksinasi secara bertahap hingga hari ke-4 (6/2) setelah sebelumnya dilakukan skrining untuk seluruh civitas hospitalia baik yang medis maupun non-medis. Setelah disuntikkan vaksin dilakukan pengawasan pada penerima vaksin selama 30 menit oleh Tim KIPI (Kejadian Ikutan Pacsa Imunisasi) yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, beserta perawat. Untuk penyuntikan vaksin kedua akan dilakukan setelah 14 hari pasca penyuntikan pertama, yang akan dimulai kembali pada 17 Februari mendatang.

 

Penulis : Rizky Fadhilah