PENGELOLAAN PENDIDIKAN KLINIS

DEFINISI

A. Pengertian Pendidikan Klinis

Pendidikan klinis di Rumah Sakit mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian dan pelayanan kesehatan secara terpadu dalam bidang pendidikan kedokteran, pendidikan berkelanjutan dan pendidikan kesehatan lainnya secara multiprofesi dengan mengutamakan tata kelola klinis yang baik, perkembangan ilmu dan teknologi kedokteran serta kesehatan lain yang berbasis bukti dengan memperhatikan aspek etika profesi dan hukum kesehatan.

Pengelolaan pendidikan klinik dapat diartikan sebagai proses pembelajaran peserta pendidikan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan sesuai dengan kewenangan tingkat pendidikannya. Pembelajaran klinik merupakan satu kesatuan proses pembelajaran yang dimulai di kelas dan dilanjutkan di klinik/Rumah Sakit dimana peserta pendidikan klinik memperoleh tambahan pengetahuan, ketrampilan keprofesian yang terkait dalam pembelajaran pendidikan klinik. Pembelajaran klinik atau pengajaran klinik adalah proses belajar mengajar untuk mencapai kompetensi klinik sesuai dengan kurikulum. Pembimbing klinik untuk dokter muda adalah Dokter spesialis dan untuk profesi kesehatan lain akan menyesuaikan bidang praktek peserta pendidikan klinik yang akan membimbing peserta pendidikan klinik selama masa praktek di rumah sakit dan merupakan seseorang yang bertanggung jawab dan berkewajiban melaksanakan pengajaran klinik, melaksanakan bimbingan pembelajaran klinik dalam bentuk tindakan edukatif untuk memberikan pegalaman nyata dan membantu peserta pendidikan secara optimal agar mampu mencapai kompetensi yang ditetapkan. Peserta pendidikan klinik adalah seseorang yang sudah dinyatakan boleh mengikuti praktek klinik di rumah sakit sesuai persyaratan oleh Rumah Sakit dan Institusi pendidikan. Pedoman pembelajaran klinik/log book adalah buku yang berisi tuntunan pembelajaran dan kompetensi yang akan dicapai oleh peserta pendidikan klinis selama proses pembelajaran dan kompetensi klinik Pedoman/Modul pembelajaran/log book disusun oleh pembimbing dan Institusi pendidikan yang disesuaikan dengan kompetensi serta kewenangan dokter. Sebelum peserta pendidikan klinis melakukan kegiatan di rumah sakit agar saat pembimbingan, pembimbing klinik sudah mempunyai konsep yang jelas dalam melakukan pembimbingan pada peserta didik. Metode penugasan adalah suatu bentuk bimbingan yang diberikan kepada peserta pendidikan klinis dengan memberikan kegiatan mandiri, peserta pendidikan klinis di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo membuat beban ilmiah berupa Referat, Presentasi Kasus, Ujian kasus untuk dokter muda, membuat asuhan keperawatan untuk perawat dan laporan lain sesuai penugasan dari institusi pendidikan selama mengikuti proses pendidikan klinis di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo.

 

B. Tujuan Pendidikan Klinis

  1. Tujuan Umum :

Praktek kelanjutan dari belajar di kampus yang berupa teori dan laboratorium, untuk bisa melaksanakan praktek dan mengakomodasi tujuan instruksional pembelajaran yang ditetapkan oleh institusi pendidikan seoptimal mungkin

  1. Tujuan Khusus :
  2. Meningkatkan mutu profesionalisme dan keselamatan pasien yang lebih tinggi di bidang kesehatan di Rumah Sakit
  3. Meningkatkan keselamatan pasien serta memperhatikan kebutuhan pelayanan dan memperkaya pengalaman dan kompetensi peserta didik
  4. Setelah melaksanakan kegiatan praktik klinis, peserta pendidikan klinis diharapkan mampu memberikan pelayanan kepada pasien-pasien
  5. Masyarakat bisa memperoleh pelayanan kesehatan yang bermutu dari Rumah Sakit
  6. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan terintegrasi dengan mengutamakan tata kelola klinis yang baik

RUANG LINGKUP

 

Untuk penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit, para pihak harus mendapat informasi lengkap tentang hubungan dan tanggung jawab masing-masing antara institusi pendidikan dan rumah sakit sebagai lahan pelaksanaan pendidikan untuk peserta pendidikan klinis sehingga dapat ikut bertanggung jawab terhadap seluruh proses penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit yang harus konsisten dengan visi-misi rumah sakit dan komitmen pada mutu dan keselamatan pasien serta kebutuhan pasien.

Rumah sakit mendapat informasi tentang output dengan kriteria-kriteria yang diharapkan dari institusi pendidikan dan pendidikan klinis yang dilaksanakan di rumah sakit untuk mengetahui mutu pelayanan dalam penyelenggaraan pendidikan klinis di rumah sakit.

Melihat kenyataan bahwa dengan berkembangnya ilmu pengetahuan pada institusi pendidikan khususnya yang mengkait dengan kesehatan mulai menerapkan praktek klinik pada dokter muda, Perawat, Petugas penunjang kesehatan lain untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama mengikuti pendidikan. Rumah Sakit sebagai institusi non pendidikan menjadi salah satu tempat yang sudah diperhitungkan sebagai lahan praktek, oleh karena itu Rumah Sakit Umum Daerah Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dipandang memenuhi persyaratan sebagai lahan praktek.

 

A. TIM KOORDINASI PENDIDIKAN (TIMKORDIK)

  1. Dalam rangka melaksanakan koordinasi terhadap seluruh proses pembelajaran klinik di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo, dibentuk Tim Koordinasi Pendidikan
  2. Tim Koordinasi Pendidikan dibentuk oleh Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dan bertanggung jawab kepada Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dan Pimpinan Institusi Pendidikan
  3. Tim Koordinasi Pendidikan merupakan unit fungsional dan berkedudukan di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
  4. Tugas, Tanggung Jawab, Hak, Wewenang, Masa tugas dan keanggotaan Tim Koordinasi Pendidikan adalah sebagai berikut :
  5. Uraian Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :
    • Tim Koordinasi Pendidikan bertanggung jawab kepada Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dan Pimpinan Institusi Pendidikan terkait dalam pelaksanaan tugasnya
    • Bertanggungjawab terhadap kelancaran proses manajemen praktik klinik mahasiswa di wahana klinik (rumah sakit)
    • Bertanggungjawab terhadap monitoring dan evaluasi kegiatan praktik klinik mahasiswa di wahana klinik (rumah sakit)
    • Berkoordinasi dengan institusi pendidikan terkait (yang diwakilkan oleh anggota perwakilan dari institusi pendidikan terkait) dalam membuat program kerja dan anggaran kebutuhan praktik klinik
    • Bertanggung jawab melaporkan hasil kerja secara berkala kepada Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dan Pimpinan Institusi Pendidikan
  6. Tanggung Jawab :
    • Proses manajemen pendididkan klinik berjalan dengan baik dan lancar
    • Monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pendididkan klinik yang berlangsung
    • Melakukan sosialisasi kebijakan, peraturan pelaksanaan, dan peraturan teknis lainnya.
  7. Hak :
    • Mengatur penggunaan sarana dan prasarana tertentu sesuai kebutuhan, keadaan dan kemampuan RSUD Nyi Ageng Serang
    • Melaporkan kinerja dan perilaku Peserta Program Pendidikan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku
    • Mendapatkanreward atas kegiatan yang dilakukan
  8. Wewenang Tim Koordinasi Pendidikan :
  • Mengusulkan keanggotaan Timkordik kepada Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo, serta berkoordinasi dengan pihak institusi pendidikan dalam menunjuk wakilnya dalam bagian keanggotaan Timkordik
  • Mengusulkan nama Pembimbing klinik yang sesuai dengan ketentuan syarat, kualifikasi dan kompetensinya sebagai pembimbing klinik mahasiswa
  • Membuat program kerja dan anggaran kebutuhan praktik klinik sehubungan dengan kesinambungan pelaksanaan bimbingan praktik klinik
  1. Masa Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :
    • Masa tugas Timkordik dimulai dari disahkannya surat kebijakan Direktur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
    • Masa tugas Timkordik 3 tahun sekali dan dapat dipilih kembali sesuai dengan regulasi yang berlaku di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
  2. Keanggotaan Tugas Tim Koordinasi Pendidikan :
    • Ketua merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
    • Sektretaris merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
    • Bendahara merangkap sebagai anggota berasal dari unsur RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
    • Anggota terdiri dari pembimbing klinik/CI di masing-masing lab/ruangan/instalasi dan perwakilan dari institusi pendidikan

 

B. PEMBIMBING KLINIK

  1. Kriteria pembimbing klinik
    1. Staf yang kompeten/qualified
    2. Memiliki kualifikasi pendidikan minimal satu tingkat diatas peserta didik
    3. Memiliki pengalaman kerja 5 tahun
    4. Memiliki surat tanda registrasi (STR)
    5. Memiliki surat penugasan kerja klinis (SPKK) dan rincian kewenangan klinis (RKK)
    6. Memiliki sertifikat pelatihan CI/perceptorship/pekerti/Applied

Aproach

  1. Memiliki sertifikat pelatihan OSCE bagi penguji
  1. Tugas dan tanggungjawab pembimbing klinik
    1. Mengorientasikan peserta didik tentang ruangan yang akan digunakan untuk praktik klinik dan mengorientasikan peraturan yang berlaku di rumah sakit
    2. Merencanakan model bimbingan klinik yang sesuai bagi peserta didik
    3. Menyusun program kegiatan untuk peserta didik meliputi peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan perubahan sikap
    4. Melakukan peran pengajaran dan sebagai role model bagi peserta didik
    5. Melakukan evaluasi pada peserta didik selama proses bimbingan klinik dan membuat lap[oran tentang penilaian peserta didik.
  2. Wewenang Pembimbing Klinik
    1. Memfasilitasi peserta didik mencapai kompetensi yang ditetapkan.
    2. Melakukan verifikasi pencapaian kompetensi peserta didik dengan mengisi buku kerja harian sesuai tingkat kompetensi yang dicapai.
    3. Melakukan tutorial klinik menggunakan kasus yang telah ditentukan.
    4. Melakukan verifikasi terhadap laporan kasus yang dibuat peserta didik sebelum diserahkan ke dosen pembimbing klinik.
    5. Mengisi lembar penilaian peserta didik selama rotasi.

 

C. PESERTA DIDIK

  1. Sebelum melaksanakan praktik klinik, peserta didik wajib mengikuti satu kali orientasi dari rumah sakit, dan rumah sakit akan menerbitkan sertifikat bagi peserta didik yang telah mengikuti orientasi tersebut. Materi orientasi meliputi:
    1. Profil RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
    2. Refreshing sumpah peserta didik dalam menjaga kerahasiaan pelayanan dan dokumen rekam medis pasien
    3. Sosialisasi PPI (Pencegahan & Pengendalian Infeksi)
    4. Sosialisasi KPRS (Keselamatan Pasien Rumah sakit)
    5. Sosialisasi K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja)
    6. Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO)
  2. Peraturan bagi peserta didik selama melaksanakan praktik klinik :
  3. Kewajiban Peserta PKL
    • Menjunjung tinggi nilai-nilai ke Rumah Sakitan : Cinta Kasih, Tulus Ikhlas, Kejujuran, Profesional dan kebersamaan
    • Mematuhi segala tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit
    • Memelihara hubungan baik dengan tenaga/Karyawan Rumah Sakit (sopan, salam, tegur, sapa dan lain-lain)
    • Menjaga Nama baik Rumah Sakit
    • Menjaga/ikut memelihara kebersihan Rumah Sakit , termasuk ikut berhemat dalam menggunakan fasilitas Rumah Sakit, Air, listrik dan lain-lain.
  4. Tata Tertib Peserta PKL/Coass
    • Memakai seragam, sepatu sesuai dengan Institusi Pendidikan dan tanda pengenal serta jam tangan.
    • Jam Kerja di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo

Pagi                : Jam 08.00  - 14.00 WIB

Sore               : Jam 14.00  - 20.00 WIB

Malam           : Jam 20.00  - 08.00 WIB

Diharapkan hadir 15 menit sebelumnya.

  • Setiap datang dan pulang harus mengisi daftar hadir/presensi di ketahui Oleh Pembimbing atau Petugas yang didelegasikan.
  • Segala kegiatan hendaknya dikonsultasikan dengan pembimbing.
  • Membawa buku Panduan dan alat Pemeriksaan fisik dasar (Stetoskop, Tensimeter Aneuroid, Thermometer, Penlight)
  • Tidak diperbolehkan membawa pulang status pasien/peralatan RS
  • Tidak boleh menulis catatan pasien di dokumen Rekam Medik
  • Tidak boleh menyampaikan diagnosa pasien pada keluarga ataupun pasiennya sendiri, yang berwenang hanya DPJP
  • Wajib menjaga kerahasiaan informasi medik pasien
  • Selalu memperkenalkan diri pada pasien/keluarga pasien
  • Dilarang membuka HP saat ke pasien
  • Tidak Merokok di Lingkungan Rumah Sakit
  • Peserta didik wajib menjaga mutu rumah sakit dengan meningkatkan kepatuhan cuci tangan, penggunaan APD dan melakukan SKP dan meminimalkan insiden keselamatan pasien.
  • Parkir dengan tertib pada tempat yang telah ditentukan
  • Pelanggaran terhadap salah satu tata tertib tersebut akan berdampak pada sanksi yang dikenakan sesuai aturan yang berlaku :
  1. Apabila tidak masuk tanpa keterangan wajib mengganti 3 hari
  2. Apabila tidak masuk dengan alasan ijin harus dengan persetujuan pembimbing baik dari Institusi maupun dari RSUD Nyi Ageng Serang maka wajib mengganti sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
  3. Apabila tidak masuk dikarenakan sakit harus menyertakan surat keterangan dokter dan wajib mengganti praktek sesuai surat sakitnya.
  4. Penggantian jadwal dinas harus berdasarkan persetujuan resmi (surat resmi ) dari Institusi dan Rumah Sakit
  5. Tidak boleh mengganti jadwal dinas pada saat pelaksanaan PKL
  6. Bentuk sanksi :
  • Teguran lisan
  • Teguran tertulis
  • Pengembalian ke Institusi

TATA LAKSANA

A.   PENGELOLA PENDIDIKAN KLINIS

Pendidikan Klinis yang diselenggarakan di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo dikelola oleh Tim Koordinasi Pendidikan (Timkordik) yang bertanggung jawab untuk merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi penyelenggaraan program pendidikan klinis di rumah sakit. Timkordik melakukan koordinasi terhadap seluruh proses pendidikan kedokteran, keperawatan, dan tenaga kesehatan lainnya di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo.

  1. PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN
  2. Sistem penyelenggaraan pendidikan dalam hal pelayanan pendidikan akan diberikan reward and punishment bagi semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan baik staf medis, staf non medis, maupun peserta didik.
  3. Batasan kewenangan prosedur medis yang dapat dilakukan oleh peserta didik ditetapkan bersama oleh Timkordik (Tim Koordinasi Pendidikan).
  4. Jadwal pra pelaksanaan pendidikan dikirim oleh Isntitusi pendidikan kesehatan kepada Rumah Sakit sebelum kegiatan berlangsung.
  5. Tersedia Jadwal pelaksanaan sesuai program di tiap bagian terdiri dari: nama, kegiatan, waktu, penanggung jawab ruangan dan dilaksanakan sesuai jadwal.
  6. Setiap kegiatan pendidikan mahasiswa dan tenaga pengajar dibuat daftar hadir oleh sekretariat pendidikan.
  7. Tersedia staf sekretariat (staf non edukatif) yang bertanggung jawab untuk menangani kelengkapan proses pendidikan peserta didik seperti alat bantu belajar, ruangan, nilai, pengaturan jadwal, dan administrasi.
  8. Masing-masih bagian menyusun perencanaan terkait proses aktivitas staf medis dalam penyusunan rancangan tersebut dan membuat notulensi setiap kegiatan pertemuan rutin serta dibuat catatan kehadiran dalam proses pendidikan (log book)
  9. Buku panduan program pendidikan sesuai dengan panduan program pendidikan yang disusun oleh masing-masing bagian/KSM di bawah koordinasi Timkordik (Tim Koordinasi Pendidikan) dan disetujui oleh Direktur RSUP Dr. Sardjito dan
  10. Program pendidikan klinis terstruktur mengacu pada standar pendidikan profesi doktor/dokter gigi dan dokter/dokter gigi spesialis sesuai standar kompetensi.
  11. Pembiayaan proses pendidikan klinis dibayarkan sesuai tarif yang berlaku.

 

C.   PERSIAPAN PELAKSANAAN PENERIMAAN PESERTA PENDIDIKAN KLINIS DI RSUD NYI AGENG SERANG

  1. Timkordik menindaklanjuti disposisi dari Kepala Bagian Tata Usaha perihal surat permohonan pelaksanaan praktek klinik dari institusi pendidikan.
  2. Timkordik berkoordinasi dengan pembimbing dan kepala unit/kepala ruang sebagai tempat yang dituju oleh instansi pendidikan
  3. Timkordik berkoordinaasi dengan tim narasumber untuk melakukan orientasi peserta pendidikan klinis di RSUD Nyi Ageng Serang Kabupaten Kulon Progo
  4. Penerimaan peserta pendidikan klinik dan selanjutnya diserahkan ke dokter pembimbing klinik untuk pelaksanaan praktek dan peserta pendidikan profesi kesehatan lain ke pembimbing klinik masing -masing profesi
  5. Pada akhir pelaksanaan praktek, peserta pendidikan klinik menyerahkan hasil refleksi kasus selama pelaksanaan praktek, referat untuk dokter muda dan kompetensi yang sudah dilakukan selama praktek (Foto copy logbook)
  6. Membuat sertifikat hasil dari orientasi peserta peserta didik
  7. Melakukan penagihan biaya praktek peserta pendidikan klinik ke institusi pendidikan

 

D.   DAYA TAMPUNG

Pendidikan klinis di Rumah Sakit harus mengutamakan keselamatan pasien serta memperhatikan kebutuhan pelayanan sehingga pelayanan rumah sakit tidak terganggu, akan tetapi justru menjadi lebih baik dengan adanya program pendidikan klinis.

Jumlah peserta didik di RSUD Nyi Ageng Serang ditentukan berdasarkan rasio pendidik klinis dan peserta didik sebagai berikut :

  • Rasio pembimbing dengan peserta didik PPDS adalah 1 : 3
  • Rasio pembimbing dengan peserta didik PPDU/Koas adalah 1 : 5
  • Rasio pembimbing dengan peserta didik Perawat dan tenaga kesehatan lainnya adalah 1 : 5

 

E.   SUPERVISI KLINIK

1. Pengertian 

Supervisi adalah mengamati, mengawasi, atau membimbing dan menstimulir kegiatan-kegiatan peserta didik dengan maksud untuk perbaikan. 

Supervisi diperlukan untuk memastikan asuhan pasien yang aman dan merupakan bagian proses belajar bagi peserta pendidikan klinis sesuai dengan jenjang pembelajaran dan level kompetensinya. 

Setiap peserta pendidikan klinis di rumah sakit mengerti proses supervisi klinis, meliputi siapa saja yang melakukan supervisi dan frekuensi supervisi oleh staf klinis yang memberikan pendidikan klinis. Pelaksanaan supervisi didokumentasikan dalam log book peserta didik dan staf klinis yang memberikan pendidikan klinis 

 

2. Tujuan

Metode evaluasi bagi peserta didik dalam melakukan semua proses kegiatan belajar mengajar  untuk menunjukkan kompetensi mereka

 

3. Prosedur

Penetapan tingkat supervisi peserta didik dilakukan oleh staf klinis yang memberikan pendidikan klinis, setelah melakukan evaluasi kompetensi peserta didik menggunakan perangkat evaluasi pendidikan yang dibuat oleh institusi pendidikan.

 

4. Tingkatan Supervisi

Terdapat 4 (empat) tingkatan supervisi yang disesuaikan dengan kompetensi dan juga kewenangan peserta didik sebagai berikut :

  1. Supervisi tinggi: kemampuan asesmen peserta didik belum sahih sehingga keputusan dalam membuat diagnosis dan rencana asuhan harus dilakukan oleh dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP). Begitu pula tindakan medis dan operatif hanya boleh dilakukan oleh DPJP. Pencatatan pada berkas rekam medis harus dilakukan oleh DPJP.

Peserta didik yang tergolong pada level supervisi tinggi ini adalah: 

  • Pendidikan Profesi Dokter : (Koas)
  • Pendidikan Profesi Keperawatan, Kebidanan & PPA Lainnya Lainnya :
    • Profesi : Ners dan Dietisien
    • Strata 1 : Kedokteran, Keperawatan & Gizi
    • Diploma IV : Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Fisioterapi dan

  Lainnya

  • Diploma III : Keperawatan, Kebidanan, Gizi, TLM, TTK dan

  Lainnya 

 

  1. Supervisi moderat tinggi: kemampuan asesmen peserta didik sudah dianggap sahih, namun kemampuan membuat keputusan belum sahih sehingga rencana asuhan yang dibuat peserta didik harus disupervisi oleh DPJP. Tindakan medis dan operatif dapat dikerjakan oleh peserta didik dengan supervisi langsung (onsite) oleh DPJP. Pencatatan pada berkas rekam medis oleh peserta didik dan diverifikasi dan divalidasi oleh DPJP.

Peserta didik yang tergolong pada level supervisi moderat tinggi ini adalah : Pendidikan Profesi Dokter (PPDS/dokter residen)

  1. Supervisi moderat: kemampuan melakukan asesmen sudah sahih, tetapi kemampuan membuat keputusan belum sahih sehingga keputusan rencana asuhan harus mendapat persetujuan DPJP sebelum dijalankan, kecuali pada kasus gawat darurat. Tindakan medis dan operatif dapat dilaksanakan oleh peserta didik dengan supervisi tidak langsung oleh DPJP (dilaporkan setelah pelaksanaan). Pencatatan pada berkas rekam medis oleh peserta didik dengan verifikasi dan validasi oleh DPJP.

Peserta didik yang tergolong pada level supervisi moderat ini adalah: Pendidikan Profesi Dokter (PPDS/dokter residen).

  1. Supervisi rendah: kemampuan asesmen dan kemampuan membuat keputusan sudah sahih sehingga dapat membuat diagnosis dan rencana asuhan, namun karena belum mempunyai legitimasi tetap harus melapor kepada DPJP. Tindakan medis dan operatif dapat dilakukan dengan supervisi tidak langsung oleh DPJP.

Peserta didik yang tergolong pada level supervisi rendah ini adalah : Pendidikan Profesi Dokter : (PPDS/dokter residen)

DOKUMENTASI

  1. SK pembimbing klinik
  2. Surat pengantar dan daftar nama peserta pendidikan klinis
  3. Buku panduan
  4. Logbook supervisi