Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

EEG pada Anak: Mengenal Pemeriksaan Gelombang Otak

Humas
Artikel
24 Agustus 2026 03:36:02

Image Berita


 

Apa itu EEG?

EEG (Electroencephalography) atau pemeriksaan gelombang otak adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik alami yang terjadi di otak.

Pemeriksaan ini aman, tidak menggunakan sengatan listrik, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Elektroda yang ditempelkan pada kepala hanya berfungsi menangkap sinyal listrik dari aktivitas otak.

EEG dapat membantu dokter untuk:

  1. Menilai kemungkinan kejang atau epilepsi.
  2. Mengevaluasi aktivitas otak pada gangguan perkembangan atau perilaku tertentu.
  3. Memantau fungsi otak pada kondisi seperti infeksi otak, cedera kepala, atau tumor otak.
  4. Menilai aktivitas otak sebelum dan sesudah pengobatan.

Persiapan Sebelum EEG

Persiapan yang tepat dapat membantu pemeriksaan berjalan lebih lancar dan membuat elektroda dapat menempel dengan baik.

Sehari sebelum pemeriksaan:

  1. Cuci rambut anak hingga bersih.
  2. Hindari penggunaan gel, minyak, atau produk penata rambut lainnya.
  3. Pastikan rambut anak dalam keadaan kering saat datang ke rumah sakit.

Saat datang ke rumah sakit:

  1. Bawa benda yang dapat membuat anak merasa nyaman, seperti mainan kesukaan, boneka, selimut, atau video favorit.
  2. Pastikan anak sudah makan dan minum dengan cukup, kecuali dokter memberikan instruksi khusus.
  3. Pada kondisi tertentu, dokter dapat meminta anak mengurangi waktu tidur sebelum pemeriksaan (sleep-deprived EEG). Hal ini dilakukan hanya apabila diperlukan.

Bagaimana Pemeriksaan EEG Dilakukan?

Pemeriksaan dilakukan di ruang EEG dan orang tua dapat mendampingi anak selama proses berlangsung.

  1. Anak diminta berbaring dengan nyaman di tempat tidur atau sofa pemeriksaan.
  2. Petugas EEG akan menentukan dan menandai beberapa titik pada kepala menggunakan pensil khusus. Umumnya terdapat sekitar 20–25 titik sesuai standar pemeriksaan.
  3. Setiap titik pada kulit kepala dibersihkan menggunakan kapas.
  4. Elektroda berupa kepingan kecil ditempelkan pada titik-titik tersebut. Elektroda kemudian dihubungkan dengan kabel tipis yang tersambung ke alat perekam.
  5. Satu elektroda tambahan dapat ditempelkan pada lengan atau dada untuk membantu merekam detak jantung.
  6. Seluruh elektroda terhubung ke komputer yang akan merekam aktivitas listrik otak.
  7. Kepala anak dapat dipasangkan muts EEG untuk membantu menjaga elektroda tetap pada posisinya.
  8. Selama pemeriksaan, anak diharapkan tetap tenang dan tidak banyak bergerak.
  9. Petugas dapat memberikan beberapa instruksi atau rangsangan, seperti:
    • membuka dan menutup mata;
    • menarik napas dalam atau meniup selama beberapa menit; dan
    • melihat cahaya yang berkedip sebagai bagian dari stimulasi cahaya.

Pemeriksaan umumnya berlangsung sekitar 20–40 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit.

Apakah EEG Menyakitkan?

Tidak. EEG tidak menyakitkan.

Pemeriksaan ini tidak menggunakan jarum maupun aliran listrik yang dialirkan ke tubuh. Elektroda hanya berfungsi untuk menangkap dan merekam aktivitas listrik alami otak.

Anak mungkin hanya merasakan:

  1. sedikit dingin ketika kulit kepala dibersihkan;
  2.  rasa lengket akibat gel atau perekat elektroda; dan
  3. sedikit bosan karena harus berbaring dengan tenang selama pemeriksaan.

Setelah Pemeriksaan

Setelah pemeriksaan selesai, elektroda akan dilepas dan sisa gel atau perekat pada kepala dibersihkan.

Pada umumnya, anak dapat:

  1. langsung pulang atau kembali ke ruang perawatan;
  2. makan dan minum seperti biasa;
  3. bermain dan melakukan aktivitas seperti biasa; dan
  4. kembali bersekolah tanpa pembatasan khusus.

Rambut dapat langsung dicuci di rumah untuk menghilangkan sisa gel.

Efek Samping dan Risiko

EEG merupakan pemeriksaan yang sangat aman dan jarang menimbulkan masalah.

Beberapa keluhan ringan yang mungkin terjadi antara lain:

  1. kemerahan ringan pada kulit bekas elektroda atau perekat yang biasanya membaik dalam beberapa jam
  2. rambut terasa sedikit lengket akibat gel dan akan kembali bersih setelah dicuci.

Jika dilakukan pemeriksaan dengan hiperventilasi, seperti meniup atau menarik napas dalam selama beberapa menit, anak dapat mengalami sedikit pusing. Keluhan ini biasanya berlangsung sementara dan akan segera membaik.

Kapan Hasil EEG Keluar?

Waktu keluarnya hasil EEG dapat berbeda pada setiap rumah sakit. Umumnya, hasil tersedia dalam 1–7 hari kerja.

Dokter akan menilai hasil rekaman untuk melihat:

  1. ada atau tidaknya aktivitas listrik yang berkaitan dengan kejang
  2. adanya perubahan atau kelainan pola gelombang otak;
  3. respons aktivitas otak terhadap rangsangan tertentu; dan
  4. apakah hasil pemeriksaan berada dalam batas normal atau menunjukkan adanya kelainan.

Hasil EEG perlu dinilai oleh dokter dengan mempertimbangkan kondisi dan gejala anak secara keseluruhan.

Kapan Perlu Menghubungi Dokter?

EEG umumnya tidak menimbulkan keluhan setelah pemeriksaan. Namun, hubungi tenaga medis apabila setelah pemeriksaan anak mengalami:

  1. ruam atau iritasi kulit yang tidak membaik setelah 24 jam;
  2. sakit kepala berat, meskipun hal ini jarang terjadi; atau
  3. anak tampak sangat lemah atau mengalami kondisi yang tidak biasa setelah pemeriksaan.

EEG merupakan pemeriksaan yang aman untuk membantu dokter mengetahui aktivitas listrik otak anak. Dengan persiapan yang tepat dan pendampingan orang tua, pemeriksaan dapat berlangsung dengan nyaman dan tenang.

 

Source: RSUDNAS

WhatsApp Chat