Sentolo, 30 Agustus 2026 – Ketika kondisi kegawatdaruratan terjadi di tengah masyarakat, kecepatan dan ketepatan pertolongan menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kemampuan relawan ambulans masyarakat perlu terus diperkuat agar dapat memberikan penanganan awal yang tepat sebelum pasien mendapatkan pelayanan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengemudi Relawan Ambulans yang diselenggarakan RSUD Nyi Ageng Serang di Kopi Sawah, Sukoreno, Sentolo, pada Minggu (30/8). Kegiatan ini diikuti oleh 19 relawan ambulans masyarakat dan merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan sekaligus tindak lanjut kerja sama RSUD Nyi Ageng Serang dengan FK-KMK UGM melalui kegiatan Hibah Terintegrasi Sistem Kesehatan Akademik Universitas Gadjah Mada (AHS UGM).
Dalam kegiatan tersebut, para relawan mendapatkan pembekalan dari dr. Nova Sari Nur Salamah mengenai Stabilisasi, Evakuasi, dan Transportasi Pre Hospital. Materi diberikan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan relawan dalam membantu menjaga kondisi pasien, melakukan evakuasi dengan aman, serta mendukung proses transportasi pasien menuju fasilitas pelayanan kesehatan. Relawan juga diingatkan bahwa prinsip dasar penanganan kegawatdaruratan selalu kembali pada ABC (Airway, Breathing, Circulation). Pemahaman terhadap prinsip tersebut diharapkan dapat membantu relawan mengambil langkah awal yang tepat sesuai kondisi pasien sebelum mendapatkan penanganan oleh tenaga kesehatan.
Selain pembekalan, kegiatan juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, evaluasi, dan menyampaikan masukan dari kondisi yang ditemui relawan di lapangan. Hal ini penting untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan kendala yang dapat memengaruhi proses pelayanan serta kunjungan pasien ke RSUD Nyi Ageng Serang.
Direktur RSUD Nyi Ageng Serang, Dr. drg. Theodola Baning Rahayujati, M.Kes., menyampaikan bahwa peran relawan tidak hanya berlangsung selama perjalanan mengantarkan pasien, tetapi juga penting dalam mendukung kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.
“Teman-teman relawan tidak hanya memiliki tugas selama perjalanan, tetapi juga memiliki peran di lingkungan sekitar masing-masing. Pertemuan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus mengidentifikasi permasalahan yang ada di lapangan,” ujar Baning.
Penguatan kapasitas relawan juga diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan jejaring pelayanan kesehatan melalui kolaborasi dan komunikasi yang semakin baik. Dengan koordinasi yang lebih kuat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh respons pertolongan yang lebih cepat dan tepat ketika membutuhkan bantuan dalam kondisi kegawatdaruratan.
Melalui kegiatan ini, RSUD Nyi Ageng Serang terus mendorong kolaborasi dengan relawan dan berbagai pihak untuk membangun sistem pelayanan kesehatan yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Bagi masyarakat, penguatan kapasitas relawan bukan sekadar peningkatan keterampilan pengemudi ambulans, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pertolongan yang lebih siap, aman, dan tepat ketika kondisi darurat terjadi di lingkungan sekitar.
